Jumat, 06 Maret 2015

TRAGEDI TRISAKTI (12 MEI 1998)


Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 -1998), Hafidin Royan (1976 - 1998), dan Hendriawan Sie (1975 - 1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala,tenggorokan, dan dada.


1.LATAR BELAKANG

Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal1998, yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997 - 1999. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer datang kemudian.
Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.

Akhirnya, pada pukul 5.15 sore hari, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.

Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade Mobil Kepolisian RI, Batalyon Kavaleri 9, Batalyon Infanteri 203, Artileri Pertahanan UdaraKostrad, Batalyon Infanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam seta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gas air mata, Styer, dan SS-1.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat orang mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil otopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam. Hasil sementara diprediksi peluru tersebut hasil pantulan dari tanah peluru tajam untuk tembakan peringatan.


2.KRONOLOGI KEJADIAN

~10.30 -10.45 
Aksi damai civitas akademika Universitas Trisakti yang bertempat di pelataran parkir depan gedung M (Gedung Syarif Thayeb) dimulai dengan pengumpulan segenap civitas Trisakti yang terdiri dari mahasiswa, dosen, pejabat fakultas dan universitas serta karyawan. Berjumlah sekitar 6000 orang di depan mimbar.

~10.45-11.00 
Aksi mimbar bebas dimulai dengan diawali acara penurunan bendera setengah tiang yang diiringi lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan bersama oleh peserta mimbar bebas, kemudian dilanjutkan mengheningkan cipta sejenak sebagai tanda keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan rakyat Indonesia sekarang ini.

~11.00-12.25 
Aksi orasi serta mimbar bebas dilaksanakan dengan para pembicara baik dari dosen, karyawan maupun mahasiswa. Aksi/acara tersebut terus berjalan dengan baik dan lancar.

~12.25-12.30 
Massa mulai memanas yang dipicu oleh kehadiran beberapa anggota aparat keamanan tepat di atas lokasi mimbar bebas (jalan layang) dan menuntut untuk turun (long march) ke jalan dengan tujuan menyampaikan aspirasinya ke anggotaMPR/DPR. Kemudian massa menuju ke pintu gerbang arah Jl. Jend. S. Parman.

~12.30-12.40 
Satgas mulai siaga penuh (berkonsentrasi dan melapis barisan depan pintu gerbang) dan mengatur massa untuk tertib dan berbaris serta memberikan himbauan untuk tetap tertib pada saat turun ke jalan.

~12.40-12.50 
Pintu gerbang dibuka dan massa mulai berjalan keluar secara perlahan menuju Gedung MPR/DPR melewati kampus Untar.

~12.50-13.00
Long march mahasiswa terhadang tepat di depan pintu masuk kantor Walikota Jakarta Barat oleh barikade aparat dari kepolisian dengan tameng dan pentungan yang terdiri dua lapis barisan.

~13.00-13.20
Barisan satgas terdepan menahan massa, sementara beberapa wakil mahasiswa (Senat Mahasiswa Universitas Trisakti) melakukan negoisasi dengan pimpinan komando aparat (Dandim Jakarta Barat, Letkol (Inf) A Amril, dan Wakapolres Jakarta Barat).

Sementara negoisasi berlangsung, massa terus berkeinginan untuk terus maju. Di lain pihak massa yang terus tertahan tak dapat dihadang oleh barisan satgas samping bergerak maju dari jalur sebelah kanan. Selain itu pula masyarakat mulai bergabung di samping long march.

~13.20-13.30
Tim negosiasi kembali dan menjelaskan hasil negosiasi di mana long march tidak diperbolehkan dengan alasan kemungkinan terjadinya kemacetan lalu lintas dan dapat menimbulkan kerusakan.

Mahasiswa kecewa karena mereka merasa aksinya tersebut merupakan aksi damai. Massa terus mendesak untuk maju. Di lain pihak pada saat yang hampir bersamaan datang tambahan aparat Pengendalian Massa(Dal-Mas) sejumlah 4 truk.

~13.30-14.00 
Massa duduk. Lalu dilakukan aksi mimbar bebas spontan di jalan. Aksi damai mahasiswa berlangsung di depan bekas kantor Wali Kota Jakbar. Situasi tenang tanpa ketegangan antara aparat dan mahasiswa.

Sementara rekan mahasiswi membagikan bunga mawar kepada barisan aparat. Sementara itu pula datang tambahan aparat dari Kodam Jaya dan satuan kepolisian lainnya.

~14.00-16.45
Negoisasi terus dilanjutkan dengan komandan (Dandim dan Kapolres) dengan pula dicari terobosan untuk menghubungi MPR/DPR. Sementara mimbar terus berjalan dengan diselingi pula teriakan yel-yel maupun nyanyian-nyanyian.

Walaupun hujan turun massa tetap tak bergeming. Yang terjadi akhirnya hanya saling diam dan saling tunggu. Sedikit demi sedikit massa mulai berkurang dan menuju ke kampus.Polisi memasang police line. Mahasiswa berjarak sekitar 15 meter dari garis tersebut.

~16.45-16.55 
Wakil mahasiswa mengumumkan hasil negoisasi di mana hasil kesepakatan adalah baik aparat dan mahasiswa sama-sama mundur. Awalnya massa menolak tapi setelah dibujuk oleh Bapak Dekan FE dan Dekan FH Usakti, Adi Andojo SH, serta ketua SMUT massa mau bergerak mundur.

~16.55-17.00
Diadakan pembicaraan dengan aparat yang mengusulkan mahasiswa agar kembali ke dalam kampus. Mahasiswa bergerak masuk kampus dengan tenang. Mahasiswa menuntut agar pasukan yang berdiri berjajar mundur terlebih dahulu. Kapolres dan Dandim Jakbar memenuhi keinginan mahasiswa.

Kapolres menyatakan rasa terima kasih karena mahasiswa sudah tertib. Mahasiswa kemudian membubarkan diri secara perlahan-lahan dan tertib ke kampus. Saat itu hujan turun dengan deras.Mahasiswa bergerak mundur secara perlahan demikian pula aparat.

Namun tiba-tiba seorang oknum yang bernama Mashud yang mengaku sebagai alumni(sebenarnya tidak tamat) berteriak dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor ke arah massa. Hal ini memancing massa untuk bergerak karena oknum tersebut dikira salah seorang anggota aparat yang menyamar.

~17.00-17.05 
Oknum tersebut dikejar massa dan lari menuju barisan aparat sehingga massa mengejar ke barisan aparat tersebut. Hal ini menimbulkan ketegangan antara aparat dan massa mahasiswa.

Pada saat petugas satgas, ketua SMUT serta Kepala kamtibpus Trisakti menahan massa dan meminta massa untuk mundur dan massa dapat dikendalikan untuk tenang. Kemudian Kepala Kamtibpus mengadakan negoisasi kembali dengan Dandim serta Kapolres agar masing-masing baik massa mahasiswa maupun aparat untuk sama-sama mundur.

~17.05-18.30
Ketika massa bergerak untuk mundur kembali ke dalam kampus, di antara barisan aparat ada yang meledek dan mentertawakan serta mengucapkan kata-kata kotor pada mahasiswa sehingga sebagian massa mahasiswa kembali berbalik arah. Tiga orang mahasiswa sempat terpancing dan bermaksud menyerang aparat keamanan tetapi dapat diredam oleh satgas mahasiswa Usakti.

Pada saat yang bersamaan barisan dari aparat langsung menyerang massa mahasiswa dengan tembakan dan pelemparan gas air mata sehingga massa mahasiswa panik dan berlarian menuju kampus.
Pada saat kepanikan tersebut terjadi, aparat melakukan penembakan yang membabi buta, pelemparan gas air mata dihampir setiap sisi jalan, pemukulan dengan pentungan dan popor, penendangan dan penginjakkan, serta pelecehan seksual terhadap para mahasiswi.

Termasuk Ketua SMUT yang berada di antara aparat dan massa mahasiswa tertembak oleh dua peluru karet dipinggang sebelah kanan.Kemudian datang pasukan bermotor dengan memakai perlengkapan rompi yang bertuliskan URC mengejar mahasiswa sampai ke pintu gerbang kampus dan sebagian naik ke jembatan layang Grogol.

Sementara aparat yang lainnya sambil lari mengejar massa mahasiswa, juga menangkap dan menganiaya beberapa mahasiswa dan mahasiswi lalu membiarkan begitu saja mahasiswa dan mahasiswi tergeletak di tengah jalan. Aksi penyerbuan aparat terus dilakukan dengan melepaskan tembakkan yang terarah ke depan gerbang Trisakti.

Sementara aparat yang berada di atas jembatan layang mengarahkan tembakannya ke arah mahasiswa yang berlarian di dalam kampus.Lalu sebagian aparat yang ada di bawah menyerbu dan merapat ke pintu gerbang dan membuat formasi siap menembak dua baris (jongkok dan berdiri) lalu menembak ke arah mahasiswa yang ada di dalam kampus.

Dengan tembakan yang terarah tersebut mengakibatkan jatuhnya korban baik luka maupun meninggal dunia. Yang meninggal dunia seketika di dalam kampus tiga orang dan satu orang lainnya di rumah sakit beberapa orang dalam kondisi kritis. Sementara korban luka-luka dan jatuh akibat tembakan ada lima belas orang. Yang luka tersebut memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.Aparat terus menembaki dari luar. Puluhan gas air mata juga dilemparkan ke dalam kampus.

~18.30-19.00
Tembakan dari aparat mulai mereda, rekan-rekan mahasiswa mulai membantu mengevakuasi korban yang ditempatkan di beberapa tempat yang berbeda-beda menuju RS.

~19.00-19.30 
Rekan mahasiswa kembali panik karena terlihat ada beberapa aparat berpakaian gelap di sekitar hutan (parkir utama) dan sniper (penembak jitu) di atas gedung yang masih dibangun.

Mahasiswa berlarian kembali ke dalam ruang kuliah maupun ruang ormawa ataupun tempat-tempat yang dirasa aman seperti musholla dan dengan segera memadamkan lampu untuk sembunyi.

~19.30-20.00 
Setelah melihat keadaan sedikit aman, mahasiswa mulai berani untuk keluar adari ruangan. Lalu terjadi dialog dengan Dekan FE untuk diminta kepastian pemulangan mereka ke rumah masing- masing.

Terjadi negoisasi antara Dekan FE dengan Kol.Pol.Arthur Damanik, yang hasilnya bahwa mahasiswa dapat pulang dengan syarat pulang dengan cara keluar secara sedikit demi sedikit (per 5 orang). Mahasiswa dijamin akan pulang dengan aman.

~20.00-23.25 
Walau masih dalam keadaan ketakutan dan trauma melihat rekannya yang jatuh korban, mahasiswa berangsur-angsur pulang.Yang luka-luka berat segera dilarikan ke RS Sumber Waras. Jumpa pers oleh pimpinan universitas. Anggota Komnas HAM datang ke lokasi.

~01.30 
Jumpa pers Pangdam Jaya Mayjen TNISjafrie Sjamsoeddin di Mapolda Metro Jaya. Hadir dalam jumpa pers itu Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolda Mayjen (Pol) Hamami Nata, Rektor Trisakti Prof. Dr. R. Moedanton Moertedjo, dan dua anggota Komnas HAM AA Baramuli dan Bambang W Soeharto.


3.ANALISA

Dilihat dari kasus diatas,maka terdapat pelanggaran HAM Pribadi dimana mereka tidak dapat menyalurkan ataupun menyampaikan pendapat secara aman hingga menimbulkan jatuhnya korban.

Hak Asasi Pribadi/Personal Rights adalah Hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia.
Contoh hak-hak asasi pribadi ini sebagai berikut :

~Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian, dan berpindah-pindah tempat.
~Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat.
~Hak kebebasan memilih dan aktif dalam organisasi atau perkumpulan.
~Hak kebebasan untuk memilih,memeluk, menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing.


4.PENYELESAIAN

Agar masalah ini dapat cepat diselesaikan, diperlukan partisipasi masyarakat untuk ikut turut serta dalam proses penuntasan kasus ini. Namun, sampai sekarang yang masih berjuang hanyalah para keluarga korban dan beberapa aktivis mahasiswa yang masih peduli dengan masalah ini.

Seharusnya masyarakat dan mahasiswa tidak tinggal diam karena pengusutan kasus ini yang belum sepenuhnya selesai. Walaupun sulit untuk menuntaskan kasus tersebut secara sepenuhnya, tetapi jika masyarakat dan mahasiswa ingin bekerjasama dengan pihak terkait seharusnya masalah bisa diselesaikan, dengan catatan stakeholder yang bersangkutan harus jujur dalam memberikan informasi.

Di luar itu semua, ada hal lain yang sebenarnya bisa diambil oleh masyarakat dan mahasiswa dalam peristiwa tersebut, yaitu semangat melawan pemerintahan yang tidak adil dan tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Walaupun bisa dibilang bahwa Indonesia dari tahun ke tahun terus membaik dan berkembang dari segi pembangunan, tetapi tetap banyak masalah yang sebenarnya bisa terlihat jika kita berbicara dari tentang pemerintahan.

Beberapa contoh masalah-masalah pemerintahan yang ada, yaitu korupsi, perebutan kekuasaan untuk kepentingan golongan, berbagai praktik kecurangan dalam menapai kekuasaan, dan masalah lainnya.
Dari masalah-masalah tersebut, seharusnya masyarakat dan mahasiswa banyak mengambil peran dalam pengarahan dan evaluasi kepemimpinan.

Untuk peran mahasiswa tak dapat dipungkiri akan semakin besar karena di pundak mereka ada sebuah beban tanggung jawab dimana para mahasiswa dituntut harus membentuk pemimpin-pemimpin yang cakap untuk mengelola Indonesia yang lebih baik di masa depan. Agar peristiwa ini tak kembali terulang, Hak kebebasan berpendapat setiap warga negara benar-benar harus ditegakan.


5.KESIMPULAN

Salah satu hak yang dilanggar dalam peristiwa tersebut adalah hak dalam kebebasan menyampaikan pendapat. Hak menyampaikan pendapat adalah kebebasan bagi setiap warga negara dan salah satu bentuk dari pelaksanan sistem demokrasi pancasila di Indonesia. Peristiwa ini menggoreskan sebuah catatan kelam di sejarah bangsa Indonesia dalam hal pelanggaran pelaksanaan demokrasi pancasila..

Dari awal terjadinya peristiwa sampai sekarang, pengusutan masalah ini begitu terlunta-lunta. Sampai sekarang, masalah ini belum dapat terselesaikan secara tuntas karena berbagai macam kendala.
Komnas HAM mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa ini adalah pelanggaran HAM yang berat. Masalah ini pun selanjutnya dilaporkan ke Kejaksaan Agung untuk diselesaikan. Namun, ternyata sampai sekarang masalah ini belum dapat diselesaikan bahkan upayanya saja dapat dikatakan belum ada.

Belum ada satupun langkah pasti untuk menyelesaikan masalah ini. Alasan terakhir menyebutkan bahwa syarat kelengkapan untuk melakukan siding belum terpenuhi sehingga siding tidak dapat dilaksanakan. Seharusnya jika pemerintah benar-benar menjunjung tinggi HAM, seharusnya masalah ini harus diselesaikan secara tuntas agar jelas agar segala penyebab terjadinya peristiwa dapat terungkap sehingga keadilan dapat ditegakan.


Sumber :
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Tragedi_Trisakti
http://www.zonasiswa.com/2014/07/pengertian-hak-asasi-manusia-ham.html?m=1
http://rakaraperz.blogspot.com/2014/08/contoh-kasus-pelanggaran-ham.html?m=1

Rabu, 18 Februari 2015

ARSITEKTUR LINGKUNGAN (TUGAS KELOMPOK)

ARSITEKTUR LINGKUNGAN

PERLAKUAN AIR TERHADAP BANGUNAN INDUSTRI













          Kelas                 : 2TB01
          Kelompok          :
1.       Eko Nurrizky Wicaksono (22313836)
2.      Febrinka Ayunanda U (23313376)
3.      Ghozi izzudin (23313712)
4.      Haidar Ramadhan (23313844)
5.      Hanandityo Wahyusaputro (23313868)
6.      Irwan Saputra L (24313534)
7.      Lorenza Tamara Octatrinas (25313031)
8.      Maya Fatimah  (25313368)
9.      Melinda Mansyur (29313798)
10.  Muhammad Fuad Novan (25313932)
11.  Muhammad Jundi Alhadid (26313013)
12.  Muhammad Muadz (263130330)
Muhammad Noor Cholis (29313997)








1.      KATA PENGANTAR




Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Perlakuan Air terhadap Bangunan Industri ini.
Laporan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Arsitektur Lingkungan yang wajib ditempuh di Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Universitas Gunadarma. Laporan ini disusun sebagai pelengkapan nilai di mata kuliah tersebut.
Dengan selesainya laporan ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada        :
1.      Dosen Pembimbing
2.      Pimpinan PT Graha Adikarya Logam
3.      Karyawan PT Graha Adikarya Logam
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik dari materi maupun teknik penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan.

                                               
                                   

                                                                                                            Jakarta, Februari 2015


                                                                                                                                    Penulis





PENDAHULUAN
   
   A.   LATAR BELAKANG

Pabrik adalah suatu bangunan industri besar dimana para pekerja mengolah benda atau mengawasi pemrosesan mesin dari suatu produk menjadi produk lain, sehingga mendapat nilai tambah.
Karena pabrik merupakan bangunan industri yang besar maka perlakuaan terhadap air pun berbeda dengan bangunan bangunan biasa. Bangunan pabrik memiliki limbah industri serta peraturan peraturan khusus dalam menangani pengelolaan air limbah, air bersih, air kotor, dan air hujan. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas secara terperinci apa itu air limbah, air hujan, air kotor, dan air bersih serta bagaimana perlakuaan air limbah, air hujan, air kotor, dan air bersih di bangunan industri.

   B.   TUJUAN PENULISAN

1.     Memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Arsitektur Lingkungan yang diberikan oleh dosen.
2.     Memahami proses pembuangan, pengelolaan, dan macam macam air limbah pada bangunan industri.
3.     Memahami sistem pembuangan air hujan, dan air kotor.




PT. GRAHA ADIKARYA LOGAM

Lokasi : Jalan Beringin blok F15 NO.03 Delta Silicon II Lippo Cikarang Bekasi 17550 Jawa Barat











































PT Graha Adikarya Logam Kemasindo merupakan perusahan yang bergerak di industri logam dan kertas (papper pallet & slip sheet). Beberapa produk Pallet dari PT Graha Adikarya Logam Kemasindo antara lain :
1    
      1 .      Paper
  v  Corrugated Paper (boards/boxes/pallet)
  v  Polystyrene
  v  Corrugated Plastic (boards/boxes)
  v  OPP Tape
  v  Air buble Sheets
  v  Expandable Polystyrene Foam
  v  LD/HD Polyethylene (bags/sheets)
  v  Stretch film
  v  Multi-coloured Offset Boxes/Gift Boxes

Pada laporan ini kami mengidentifikasi tentang perlakuan air pada industri. Kami mengidentifikasi pada bagian produk Papper Pallet. Adapun identifikasi yang kami lakukan, yakni :

1.      Pengolahan air bersih
2.      Limbah
Meliputi : a. jenis
                 b. pengolahan
                 c. teknologi
3.      Air Hujan
Meliputi : a. sistem
                 b. pembuangan akhir
4.      Air Kotor
Meliputi : a. sistem
                 b. pembuangan akhir







         1.      Pengolahan air bersih
Sumber Air bersih didapat dari tangki air bawah tanah yang di isi setiap minggunya dengan 2 truk tangki air bersih yang dimasukan ke dalam ground water tank. didalam ground water tank terdapat 2 sekat bak penampungan air yaitu raw water tank dan clean water tank,


Packaged Booster Pump

Berfungsi untuk mendistribusikan air bersih dari roof tank ke pengguna. Distribusi air bersih pada dua lantai teratas menggunakan packaged booster pump, sedangkan untuk lantai-lantai dibawahnya dialirkan secara gravitasi.
Perlengkapan dan aksesoris di dalam ruang pompa antara lain :
·         Butterfly Valve : membuka atau menutup aliran air
·         Gate Valve : membuka atau menutup aliran air
·         Strainer : menyaring kotoran pada bagian hisap pompa (suction)
·         Flexible Joint : menahan getaran pompa terhadap instalasi pipa
·         Check Valve : menahan balik aliran air
·         Pressure Tank : mengatur (setting) besarnya tekanan air
·         WLC : Water Level Control, mengendalikan pengoperasian pompa berdasarkan pada tingkat ketinggian air di dalam bak air
·         Floating Valve : membuka atau menutup aliran air secara otomatis berdasarkan ketinggian air di bak air
·         Pressure Switch : mengontrol pengoperasian pompa berdasarkan pada besarnya tekanan air
·         Pressure Gauge : alat untuk mengukur besarnya tekanan air
·         Vent Cap : membuang udara yang terjebak di dalam bak/tangki
·         AAV : membuang udara yang terjebak di dalam instalasi pipa secara otomatis
·         Pressure Reducing Valve (PRV)
PRV digunakan untuk menurunkan tekanan air didalam instalasi air bersih supaya air yang keluar dari kran air bersih mempunyai tekanan yang cukup.



       
        2.      Pengolahan Limbah & Penanganannya
Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga atau yang lebih dikenal sabagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Jenis sampah ini pada umumnya berbentuk padat dan cair. Pabrik Kertas menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat jenis Hg dan Cu. Limbah cair tersebut berupa bubur kertas encer yang apabila dibuang sembarangan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Limbah beracun

Pabrik kertas menghasilkan limbah dalam volume yang sangat besar. Karakteristik dari limbah pabrik kertas adalah warnanya yang kehitaman atau abu-abu keruh, bau yang khas, kandungan padatan terlarut dan padatan tersuspensi yang tinggi, COD yang tinggi dan tahan terhadap oksidasi biologis. Pabrik kertas juga menghasilkan limbah beracun seperti :
1 
    1. limbah korosif yang dihasilkan dari penggunaan asam dan basa kuat dalam proses pembuburan          kertas
    2.limbah pewarna dan tinta yang mengandung logam berat

Warna air limbah yang hitam tidak mudah terurai secara alami sehingga meninggalkan warna yang persisten pada badan air penerima dan akan menghambat fotosintesis dan proses pembersihan alami self purification.

Bahan kimia dalam air limbah pabrik kertas seperti sulfite, fenol, klorin, metal merkaptan sangat membahayakan kehidupan biota perairan, dapat mengendap ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan dan kelestarian kehidupan perairan.Tingginya kebutuhan oksigen untuk menguraikan limbah pabrik kertas akan menurunkan kadar oksigen terlarut (DO) dalam air dan dapat menyebakan kondisi anoksik di perairan, sehingga tidak dapat dihuni lagi oleh biota alami.

Industri kertas menggunakan air dalam jumlah yang sangat besar, sehingga dapat mengancam keseimbangan air pada lingkungan sekitarnya karena akan mengurangi jumlah air yang diperlukan makhluk perairan sungai dan mengubah suhu air. Limbah pabrik kertas dapat menyebabkan kelainan reproduktif pada plankton dan invertebrate yang menjadi makanan ikan serta kerang-kerangan.

Sludge pabrik kertas yang dibuang ke Kali menimbulkan pendangkalan sungai dan membunuh tumbuhan air di tepi sungai karena tumbuhan tersebut tertutupi oleh lapisan bubur kertas. Limbah sludge tersebut mestinya tidak dibuang ke sungai bersama air limbah tetapi diendapkan dan dikeringkan untuk kemudian dibuang secara sanitary land fill atau dibakar agar tidak mencemari tanah, air dan udara.


Pengolahan Limbah Pabrik Kertas

Limbah dihasilkan pada umumnya akibat dari sebuah proses produksi yang keluar dalam bentuk %scrapt atau bahan baku yang memang sudah bisa terpakai. Dalam sebuah hukum ekologi menyatakan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis. Artinya alam sendiri mengeluarkan limbah akan tetapi limbah tersebut selalu dan akan dimanfaatkan oleh makhluk yang lain. Prinsip ini dikenal dengan prinsip Ekosistem (ekologi sistem) dimana makhluk hidup yang ada di dalam sebuah rantai pasok makanan akan menerima limbah sebagai bahan baku yang baru.

Ada juga Limbah pabrik kertas dapat didaur ulang menjadi karton yang memiliki nilai jual tinggi. Karton hasil pengolahan limbah pabrik kertas ini disebut dengan kertas gembos. Proses pembuatannya relative sederhana. Sludge dan kertas pemulung diproses menjadi bubur kertas. Kemudian dicetak menjadi lembaran dengan ukuran 66 x 78 cm. Setelah itu, dijemur di bawah terik matahari selama empat jam. Kemudian dihaluskan dengan rol kalender. Kemudian di pak dengan berat 25 kg. Hal ini tentu saja terasa lebih bernilai ekonomis serta dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan.


Teknologi Pengolahan Limbah Industri Kertas

Pengolahan limbah industri kertas juga mencakup beberapa teknologi yang mungkin untuk digunakan secara efektif, yaitu:
          
            1. Teknologi Sedimentasi

Teknologi sedimentasi merupakan teknologi paling sederhana dan paling ekonomis dalam memisahkan substansi padat dari limbah cair. Efisiensi yang tinggi dapat dicapai pada proses pengolahan anak sungai ketika material padat disaring sebelum menuju anak sungai dan dialirkan menuju tangki sedimentasi. Peralatan sedimentasi berupa lintasan berbentuk lamella biasanya sering digunakan untuk mengelola limbah industri kertas, khususnya pada aliran limbah dengan konsentrasi serat yang tinggi.
            
            2.      Pengolahan Biologis

Pengolahan air limbah industri kertas secara biologis didesain untuk mengurangi polutan yang dapat mencemari anak sungai dengan memanfaatkan mikro-organisme. Mikro-organisme akan menggunakan substansi limbah untuk hidup dan bereproduksi. Polutan digunakan sebagai nutrisi. Dan polutan tersebut akhirnya dapat larut dalam air dan tidak beracun.

            3.      Teknologi Anaerobik

Sejak tahun 1980an, pengolahan anaerobik dari anak sungai industri telah diaplikasikan secara luas dalam pengolahan limbah industri pulp dan kertas. Ratusan instalasi telah dipasang dan mampu menangani berbagai anak sungai limbah dari penggilingan kertas dan pulp. Pengolahan anaerobik merupakan teknik yang paling sering digunakan dan air limbah industri pulping mekanis, pulping semi-kimiawi, dan uap kertas cokelat yang terkondensasi juga dapat diolah melalui teknologi ini. 



Pengolahan Limbah di PT. Graha Adikarya Logam Kemasindo

Limbah paper pallet dari PT. Graha Adikarya Logam Kemasindo tidak menggunakan ketiga teknologi pengolahan tersebut diatas. Seperti bahasan akibat pencemaran limbah kertas tersebut diatas, demi menghindari pencemaran limbah beracun yang dapat mencemari sekaligus merusak kualitas air sungai maupun air sumur sekitar, pabrik tersebut tidak mengolah limbahnya sendiri.

Limbah yang telah terkumpul, diangkut dengan mobil pengangkut limbah setiap seminggu sekali. Biasanya limbah itu dikirim langsung ke Madura untuk diolah disana.







     
1     
      3.Pengolahan Air hujan
Air hujan merupakan sumber daya air yang sangat penting bagi makhluk hidup. Air hujan sangat bermanfaat untuk mengisi sumber air guna keperluan pertanian, domestik dan industri. Sistem Pemanfaatan Air Hujan (SPAH) terdiri atas sistem Penampungan  Air Hujan (PAH)  dan sistem pengolahan air hujan. PAH dilengkapi dengan talang air, saringan pasir, bak penampung dan Sumur Resapan (Sures). Sumur resapan dapat digunakan untuk melestarikan air tanah dan mengurangi resiko genangan air hujan atau banjir yang dilakukan  dengan  membuat sumur yang menampung dan meresapkan curahan air hujan.

Atap yang digunakan adalah atap perisai dengan talang air di sepanjang tritisan dengan 5 pipa pembuangan. Air hujan dialirkan langsung ke sumur resapan ke tempat pembuangan akhir





1     4.    Pengolahan Air Kotor
Sistem pembuangan Gravitasi
System yang digunakan pada pabrik ini adalah system gravitasi (secara langsung) yang berasal dari kloset, urinal, bidet, dan air buangan yang mengandung kotoran manusia dari alat plambing lainnya ( black water ).

















BAGIAN – BAGIAN SISTEM PEMBUANGAN
  
  v  Alat – alat plambing yang di gunakan untuk pembuangan seperti bathtub, wastafel, bak – bak cuci       piring, cuci pakaian, kloset, urinal, bidet, dsb.
  v  Pipa – pipa pembuangan.
  v  Pipa ven.
  v  Perangkap dan penangkap ( interceptor ).
  v  Bak penampung dan tangki septic.
  v  Pompa pembuangan.

Analisa Permasalahan Sistem Pembuangan

Problem :
- Kantin berdekatan dengan saluran air bekas yang tidak tertutup yang menyebabkan bau tidak sedap disekitar kantin

Respon :
-Dengan memberikan saluran gorong-gorong